Friday, January 11, 2019

North To South Route: A Trip To Vietnam

Beberapa temen tanya rute jalan saya kemarin bersama keluarga ke Vietnam. Untuk temen-temen Muslim, di banyak tempat ini cari makanan yang strictly halal tidak mudah (kecuali Sai-gon). Paling andalannya adalah makanan India, yang cukup banyak tersebar, atau catering sen-diri (masak sendiri, kalau nginepnya di apt/ Airbnb). Otherwise, ya perlu agak open-minded..

Hanoi (4 malam)
Kebanyakan enjoy kotanya dengan jalan kaki, lalu ada satu hari yang kami sewa mobil agar eksplorasi kotanya bisa lebih menyebar dan cepat.
Diantara empat malam ini ada 1 hari melipir ke Tam Coc/ Na Thrang (2 jam mobil) untuk menyusuri sungai/ gua/ dan hamparan pengunungan karst yang berlapis-lapis. Na Thrang ini menurut saya harusnya diinapi setidaknya 1 malam jadi bisa menjelajah lebih banyak rute dan titik pandang yang luar biasa indah. Kami menggunakan travel agent untuk private trip di Na Thrang

Ha Long bay/ Cat Ba Island (2 malam)
3.5 jam dari Hanoi. Selain menyelusuri hamparan pegunungan karst di lautan, caving, kayaking, swimming mungkin akan lebih lengkap kalau diperpanjang sehari lagi. Jadi selain tinggal satu malam di kapal di Ha Long juga menjelajah Lan Ha bay yang sama cantiknya tapi nyaris tanpa turis dan pulau Cat Ba (cycling, trekking, dan nikmatin quiet seaside town). Di sekitar pulau Cat Ba, tinggal ‘suku Bajau’ Vietnam dan ribuan rumah kapal mereka. Ha Long ini adalah pengalaman unik di Asia Tenggara, mungkin juga dunia. Ha Long hanya bisa dieksplor menggunakan travel agent. Baik Ha Long, maupun Na Thrang di atas adalah dua dari tujuh UNESCO world heritage site di Vietnam.


Hoi An (3 malam) 
Kota kecil ini dulunya adalah trading port tempat bertemunya pedagang-pedagang Vietnam, Cina, Jepang, dan Korea. Mereka berusaha mempertahankan wajahnya seperti 300 tahun yang lalu. Yah, rumah-rumah kuno yang sekarang jadi café, butik, museum, dan restoran-restoran ke-ren. Kalau malam Hoi An jadi hutan lampion. Hoi An ini sangat popular, jadi kadang terasa rusuh, karena banyak banget orang sampai tengah malam. Padahal dulu sepiiii bgt.
Kami melakukan ekskursi ke My Son, kompleks candi terbesar di Vietnam, peninggalan kerajaan Champa. Kalau pas bukan musim hujan sebenarnya asik juga eksplor pantai-pantai Hoi An (4km dari kota tua): versi Bali/ Lombok-nya Vietnam.

Hue (2 malam)
Ibukota kekaisaran Vietnam selama 150 tahun. Forbidden palace, Citadel, Ancient pagodas. Royal tombs. Hue ini juga sangat unik, dan mungkin sedikit sekalu padanannya di Asia Tenggara. Kami menghabiskan waktu nyaris seharian di Forbidden palace-nya dan mnutup hari dengan mengunjungi Vihara terpenting di sana, perfume pagoda dengan setting sungai yang cantik. Hari berikutnya kami mengunjungi 3 dari sekitar 6 kompleks makam raja yang ada di sana.
Hue, juga Hoi An, dan My Son di atas adalah bagian dari UNESCO world heritage site. Vietnam punya 7, ini 3 diantaranya..


HCM City/ Saigon (3 malam)
Pure chill-out. Café/ food/ eskrim/ jalan-jalan sore dan pagi/ museum/ duduk-duduk liatin orang . Kami juga blusukan di Cho Lon, china-townnya Saigon, yang memiliki konsentrasi kuil, masjid, dan gereja tua yang bisa bikin gempor jalan. Saigon ini benernya memiliki banyak sisi glamor buat yang suka. Kami memilih melipir. Mustinya kalau pas di Saigon juga mampir ke Cu Chi Tunnel, jaringan bawah tanah yang dibangung Viet Cong untuk merebut Saigon, saat perang dengan Amerika dulu. Tapi kami dah terlalu capek dan memilih stay di kota saja.


Saya menjalani rute ini 7 tahun yang lalu (minus Ha Long dan Na Thrang). Kali ini ingin mengenalkan pada anak-anak. Tadinya niatnya mau di Indonesia saja (Morotai, Halmahera, Ternate), tapi banyaknya gempa dan tsunami membuat kami memindahkan destinasi.

Yang buat saya moment of truth banget adalah lompatan yang dibuat Vietnam selama tujuh tahun terakhir ini. Kalau liat etos kerja rakyat dan gimana cara pemerintahan mereka bergerak, bukan tidak mungkin, dalam banyak sisi penting, Vietnam akan melahap habis Indonesia kurang dari 15 tahun dari sekarang. Ini ada potongan foto dari World Economic Forum yang seperti mengkonfirmasi kekhawatiran saya, Dari dua puluh kota paling dinamis di dunia: di dalamnya ada dua kota Vietnam!!!